KPF BALI – 04/08/14

Emas tertopang di atas posisi $1,290 per ons pada hari Senin (04/08) ini. Lemahnya data ketenagakerjaan AS memudarkan kekhawatiran bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunganya. Selain itu, lemahnya saham-saham juga memicu ketertarikan para investor terhadap aset-aset safe haven.

emas
Emas spot sedikit bergerak menuju posisi $1,292.60 per ons pada pukul 10:02 WIB setelah mendapat perolehan sebanyak 1 persen pada hari akhir pekan kemarin, dimana angka NFP AS pada buan Julidilaporkan hanya naik hingga 209,000 jauh di bawah harapan para ekonom di posisi 233,000. Selain itu, meski masih stabil, tingkat pengangguran AS juga mengalami kenaikan dari 6.1% menjadi 6.2%.

Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS Mereda

Menurut salah seorang trader Hong Kong yang diwawancarai oleh CNBC, melemahnya data tenaga kerja Amerika Serikat pada hari Jumat lalu cukup mengejutkan. Hal itu meredakan spekulasi akan segera naiknya suku bunga The Fed. Dalam waktu dekat, emas dapat diperdagangkan di antara $1,280 dan $1,320 akibat lemahnya Dolar AS dan ketegangan geopolitik.

Emas merupakan investasi yang akan diburu jika terjadi konflik antar negara. Saat ini, konflik antara Isarel dan Palestina masih menjadi konflik yang terpanas. Dikabarkan bahwa pasukan Israel melakukan penyerangan ke sebuah sekolah PBB d Gaza dan membunuh sedikitnya 10 jiwa. Meski menampik melakukan serangan, Israel tetap mendapat kecaman keras dari berbagai pihak termasuk dari Sekjen PBB sendiri, Ban Ki Moon.

Pembelian Emas Fisik Masih Sepi

Di pasar emas fisik, pembelian masih cukup sepi. Diduga, para pembeli masih menunggu dan mengharapkan agar harga emas turun lagi. Di Tiongkok, negara konsumen emas terbesar dunia, emas premium lokal masih berada di kisaran harga $3 per ons, merosot tajam dari harga $20 yang tercapai di awal tahun ini. Secara keseluruhan, penjualan emas di Asia masih terbilang cukup stabil.