KPF BALI – 06/06/14 -Emas naik 1% kemarin, menjauh dari level terendah empat bulan pasca kebijakan European Central Bank (ECB).
Sesuai prediksi, ECB memangka suku bunganya sebesar 10 bps menjadi 0,15%, terendah dalam sejarah. ECB juga memperkenalkan bunga simpanan negatif 0,1%, pertama kalinya dalam sejarah. Di saat yang sama, ECB memangkas bunga pinjaman sebesar 35 bps menjad 0,45%.
Awalnya, emas tidak banyak bereaksi dengan keputusan itu. Tapi ketika sang presiden Mario Draghi menyebutkan tambahan stimulus, yaitu program pinjaman murah senilai 400 miliar euro, emas mulai reli seiring dengan penguatan euro.
Pasar melihat dengan keputusan stimulus ini, ada penambahan likuiditas berbentuk euro, yang kemudian berpotensi mendorong inflasi. Emas cenderung diuntungkan oleh suku bunga rendah dan kebijakan moneter longgar, yang mengurangi daya tarik bagi instrumen investasi selain emas.
Saat ini pasar fokus pasar akan tertuju pada data ketenagakerjaan AS, yang dapat mengukur pemulihan ekonomi. Pasar membutuhkan angka pertumbuhan 200 ribu sebagai bukti perbaikan lapangan kerja. Jika data tersebut positif, bisa menjadi sentimen pemberat buat emas.
Dari sisi teknikal, harga sudah bergerak di atas $1250, indikasi trend jangka pendek mulai bullish. Indikator stochastic golden cross di area oversold, mendukung kenaikan lanjutan. Jika mampu bertahan di atas $1250 (kini menjadi support), kenaikan emas bisa berlanjut menuju resistance di $1261 – $1265. Namun, jika harga gagal bertahan di atas support tersebut, trend masih tetap bearish, dengan support berikutnya di $1240.

Rekomendasi
gold