PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 14/09/16 – Harga emas naik di awal sesi Asia pada hari Rabu, menjaga momentum dari semalam karena investor umumnya meragukan Federal Reserve akan menaikkan suku pada pertemuan FOMC pekan depan.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York naik tipis 0,04% menjadi $1,324.20 per troy ounce. Juga di Comex, tembaga berjangka berkurang 0,05% menjadi $2,101 per pound akibat aksi profit taking menyusul data produksi industri yang optimis pekan ini. Negara Asia tersebut merupakan konsumen tembaga terbesar di dunia, terhitung hampir 40% dari konsumsi dunia tahun lalu.

Semalam, harga emas beringsut lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam lima sesi Selasa, investor terus terbebani prospek suku bunga AS yang meningkat di masa mendatang menyusul komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve.

Dalam pidato pada hari Senin, Gubernur Fed Lael Brainard memperingatkan terhadap menaikkan suku bunga terlalu cepat. Komentar itu muncul setelah Presiden Fed Boston Eric Rosengren mengatakan Jumat bahwa suku bunga yang rendah meningkatkan kesempatan “overheating” ekonomi AS.

Pasar menghargai kesempatan 15% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed 20-21 September, menurut Perangkat Pemantau Suku Bunga Investing.com..

Emas sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS. Kenaikan bertahap tingkat suku bunga yang lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada serangkaian peningkatan yang cepat.