KPF BALI 19/06/14 – Harga emas mencapai perolehan tipis pada Sesi Perdagangan Asia Kamis (19/06) dengan prospek permintaan yang masih terfokus pada ketegangan Timur Tengah dan ekspektasi berlanjutnya kebijakan moneter longgar secara global.

emas
FOMC The Fed pada malam tadi sepakat untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuannya di kisaran 0.00%-0.25%. Namun, mereka tetap melanjutkan pemangkasan stimulus untuk program pembelian obligasi bulanan dari $45 miliar menjadi $35 miliar seiring dengan perekonomian yang AS yang makin menguat.

Di Comex New York, harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada $1,278.40 per troy ons atau naik sebanyak 0.45%. Angka $1,284.96 sempat dicapai emas pada tanggal 16 Juni lalu, level tertinggi sejak tanggal 27 Mei.

Pembelian obligasi oleh The Fed mendukung emas karena melemahkan Dolar. Setiap bongkar pasang yang dilakukan oleh para pembuat kebijakan Bank Sentral AS dalam beberapa waktu terakhir, seringkali mengecewakan emas.

Keputusan Ketua The Fed, Janet Yellen, untuk menerapkan suku bunga rendah menjerumuskan mata uang AS ke level rendah dua minggu. Sehingga, para investor pun kembali mengumpulkan emas. Akan tetapi, menurut analis dari Yongan Futures, Zhang Lin, kenaikan yang dialami emas hari ini akan terbatas. Para investor hanya melakukan aksi ambil untung dari isu FOMC. Tren jangka panjang emas diperkirakan masih akan bearish.