KPF BALI- 15/09/14

Emas diperdagangkan di dekat level rendah delapan bulan pada hari Senin (15/09) pagi ini. Spekulasi bahwa harga emas akan terus berkurang jelang rapat Federal Reserve AS (FOMC) menjadi penyebab lesunya permintaan terhadap emas.

emas_dolar
Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember di Comaex New York mencapai $1,228.60 per troy ons. Harga tersebut menurun 0.24% setelah mencapai level rendah di $1,228.10 pada hari Jumat lalu. Level tersebut belum pernah terbentuk semenjak tanggal 9 Januari 2014. Sedangkan harga bulion untuk pengiriman segera di Singapura pun anjlok sebanyak 0.2% sebelum diperdagangkan pada $1,231.53 per ons pada pukul 10:06 pagi waktu setempat.

Jelang FOMC September 2014

Penguatan data ekonomi Amerika Serikat pada hari Jumat menandai adanya optimisme pasar sehingga makin memacu ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat daripada perkiraan.

Selain itu, laporan penjualan retail AS yang mengalami kenaikan sesuai ekspektasi hingga 0.6% bulan lalu, makin memantapkan langkah Dolar untuk mengungguli mata uang-mata uang mayor lainnya. Perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan bank-bank sentral lain, khususnya Jepang dan Eropa, melemahkan Yen dan Euro terhadap Dolar AS.

Pekan ini, fokus pasar akan kembali ke The Fed dimana, rapat dua hari FOMC akan digelar pada 17-18 September. The Fed diekspektasikan akan menyelesaikan program tapering stimulusnya dan akan mulai memikirkan waktu pelaksanaan kenaikan tingkat suku bunga. Hal inilah yang akan menahan laju kenaikan harga emas.