PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 01/08/2017 –  Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir sedikit lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), tetapi pelemahan dolar AS telah mendorong logam mulia itu menguat selama Juli.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 1,90 dolar AS atau 0,15 persen, menjadi menetap di 1.273,40 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Dow Jones Industrial Average naik 91,59 poin atau 0,42 persen menjadi 21.921,90 poin pada pukul 17.37 GMT. Ketika pasar ekuitas naik, emas berjangka biasanya turun.

Namun selama sebulan terakhir (Juli), indeks dolar AS tampak terus menurun, dari 96,20 di hari pertama perdagangan emas berjangka pada Juli menjadi 93,01 pada pukul 17.27 GMT selama sesi terakhir.

Melemahnya dolar telah menyebabkan kenaikan emas berjangka yang signifikan pada bulan ini (Juli), dengan emas untuk pengiriman Desember meningkat hampir 50 dolar AS, atau 3,8 persen.

Indeks dolar AS adalah ukuran dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik.

Dolar AS telah dilemahkan oleh data ekonomi yang buruk dan gejolak di Gedung Putih, karena para pejabat di lingkaran Presiden Donald Trump atu per satu mengundurkan diri.

Kegagalan untuk mencabut dan mengganti Obamacare, penyelidikan hubungan antara kampanye Trump dan Rusia, juga mendorong investor untuk mencari tempat investasi yang aman (safe haven), kata para analis.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya pada Senin (31/7), perak untuk pengiriman September naik 9,1 sen atau 0,55 persen, menjadi ditutup pada 16,786 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Oktober naik 4,1 dolar AS atau 0,44 persen, menjadi menetap di 940,70 dolar AS per ounce.