PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/02/2019 – Pergerakan harga emas masih cenderung naik dari awal tahun. Kenaikan harga emas tersebut mengindikasikan kondisi perekonomian dunia yang pertumbuhannya sedang melambat.

Komisi Eropa secara terang-terangan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro tahun ini menjadi 1,3% dari yang semula 1,9%, menyusul data performa industri manufaktur di Jerman yang kurang ciamik.

Selain itu, Amerika Serikat-China terlihat belum mau membuat kesepakatan sebelum tenggat waktu 1 Maret di mana gencatan tarif dagang diberlakukan. Hal ini membuat investor cemas dan khawatir sehingga sebagian pelaku pasar memburu emas.

PT KONTAK PERKASA
Hingga Sabtu sore, (9/2/2019), harga emas di pasar spot dunia bergerak ke level US$ 1.313/troy ounce, angka tersebut naik hingga 2,44% sejak awal tahun.

Secara teknikal, emas dalam jangka pendek memiliki kecenderungan menguat. Hal ini tercermin dari pergerakannya yang bergerak di atas rata-rata nilainya selama lima hari (moving average five/MA5).

Harga Emas Mulai Mendaki melihat Perekonomian Eropa MelambatSumber: Refinitiv

 

Potensi penguatan juga terlihat masih memungkinkan, tercermin dari indikator teknikal bersifat momentum yang belum memasuki wilayah jenuh beli (overbought), atau masih terdapat ruang kenaikan.

PT KONTAK PERKASA

Level 1.320/troy ounce berpotensi menjadi penghalang kenaikan harga emas (resistance), sekaligus target yang akan dilewati dalam jangka pendek. Sedangkan jika terjadi koreksi, level penahan penurunannya (support) berada di 1.313/troy ounce.