PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 30/11/2017 – Pasar saham Amerika Serikat ditutup variatif pada Rabu (9/11) waktu setempat. Namun, Dow Jones berhasil mengukir rekor baru, karena optimisme momentum pertumbuhan ekonomi negeri Paman Sam akan berlanjut.

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average (DJIA) melesat 103,97 poin atau 0,44% menjadi 23.940,68. Ini rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Saham UnitedHealth dan JPMorgan Chase mencetak performa terbaik.

PT KONTAK PERKASA

 

Pelaku pasar merespons positif rilis data pertumbuhan ekonomi AS (PDB) kuartal ketiga yang mencapai 3,3%. Data tersebut sesuai perkiraan, dan melampaui data sebelumnya yaitu hanya 3,0%.

“Ada banyak momentum dalam ekonomi AS dan itu tercermin dalam saham,” kata Randy Frederick, Wakil presiden perdagangan dan derivatif di Charles Schwab, seperti dilansir CNBC, Kamis pagi.

Namun, indeks S&P 500 berakhir turun tipis 0,04% di level 2.626,07, usai menyentuh rekor tertinggi intraday. Penurunan saham teknologi mengimbangi kinerja yang kuat di sektor keuangan. Sektor teknologi turun 2,6%, sementara sektor keuangan naik 1,8%.

Sementara, Nasdaq ditutup turun 1,3% ke posisi 6.824,34. Pemicunya, koreksi tajam yang melanda saham Facebook, Netflix, dan Alphabet.

“Ada beberapa rotasi sektor terjadi. Sebelumnya, sektor keuangan yang bangkti dari tren penurunan empat pekan, dan hari ini (Rabu), mereka naik lagi,” kata Marc Chaikin, CEO Chaikin Analytics.

Asal tahu saja, pada sesi sebelumnya, ketiga indeks di Wall Street berhasil mengukir rekor baru. Optimisme Senat AS akan meloloskan rencana UU perpajakan yang diusung Presiden Trump, mendongkrak sentimen di pasar. Sebab, Komite Anggaran Senat menyetujui rencana pajak Senat Republik pada Selasa. Ini  membawa majelis tinggi Senat selangkah lebih dekat pada pemungutan suara untuk persetujuan draf UU reformasi perpajakan.