KPF BALI 11/11/14 –

Harga minyak mentah WTI di bursa Nymex pada penutupan perdagangan Senin 10 November 2014 terpantau ditutup melemah signifikan dini hari tadi. Pelemahan harga minyak mentah WTI di bursa Nymex dipicu oleh penguatan nilai Dollar AS.

Penguatan nilai Dollar AS di pasar valuta asing terpantau kembali memberikan sentimen negatif kuat pada harga minyak mentah WTI. Pelemahan daya beli para investor seiring penguatan nilai Dollar AS tersebut, mendorong harga minyak mentah WTI untuk melemah akibat penurunan aksi beli di Nymex.

Sebelumnya, harga minyak mentah WTI sempat mengalami dorongan menguat cukup signifikan pada akhir pekan lalu. Adapun penguatan signifikan harga minyak mentah WTI saat itu dipicu oleh adanya isu terkait kembali memanasnya konflik antara Rusia dan Ukraina.

Pada penutupan perdagangan Senin 10 November 2014 di bursa Nymex, harga minyak mentah WTI terpantau ditutup melemah signifikan. Harga minyak mentah WTI berjangka Nymex untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun hingga 1,59% ke tingkat harga $77,40/barrel atau melemah $1,25/barrel.

Sementara pada penutupan perdagangan minyak mentah brent di bursa Nymex, harga minyak mentah brent juga ditutup melemah signifikan dini hari tadi. Harga minyak mentah brent berjangka Nymex ditutup turun 1,26% ke tingkat harga $82,34/barrel atau melemah $1,05/barrel.

Analyst Vibiz Research Center memprediksi harga minyak mentah WTI akan cenderung kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini di Nymex. Hal tersebut dilandasi oleh masih cenderung kuatnya tekanan nilai Dollar AS dan perekonomian global yang cenderung lesu sehingga menekan ekspektasi demand.

Terkait pergerakan harga, diperkirakan harga minyak mentah WTI akan bergerak melemah untuk mencoba menembus level $76,5 dan apabila level tersebut tertembus akan berlanjut ke $75,75. Sebaliknya apabila pergerakan harga justru menguat, harga minyak mentah WTI akan mencoba menembus level $78 dan apabila tertembus akan berlanjut ke $79,75.