PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 18/08/16 – Dollar AS di tengah perdagangan sesi Asia hari Kamis (18/8) bergerak lemah sekali setelah pelaku pasar menjual aset dollar mereka dan memilih investasi berdenominasi rival-rival utama dollar. Pasar meragukan kekuatan dollar AS setelah risalah pertemuan FOMC bulan lalu dirilis, sehingga nilai kurs utama global tersebut anjlok lagi masuki hari kelima berturut.

Sebelumnya pada perdagangan sesi Amerika dollar sempat memimpin perdagangan namun setelah Fed minutes dirilis pasar langsung menjual dollar cukup besar. Risalah tersebut menunjukkan Fed masih belum mau menaikkan suku bunganya menimbang data-data ekonomi yang belum mendukungnya.  Setelah itu rival-rival utama khususnya euro dan pound  langsung melesat yang diikuti mata uang lainnya.

Untuk perdagangan hari ini pergerakan dollar masih sulit bergerak bullish meskipun data penting pada sesi Amerika untuk data Philly Fed manufacturing index berusaha memberikan sentimen positif. Namun data unemployment claims malam ini dapat memberikan sentimen negatif.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan bergerak negatif setelah sebelumnya ditutup melemah tipis pada posisi 94.71  dan  pagi ini dibuka pada posisi 94.70.  Posisi dollar kini sedang berada di posisi terburuk selama 5 bulan terakhir.