KPF BALI – 15/09/14

Bullish dan Bearishnya mata uang-mata uang di Sesi Amerika pada akhir pekan lalu cukup cantik. Aksi ambil untung para trader dilakukan saat harga masih rendah, sehingga menimbulkan volatilitas yang tinggi. Laporan penjualan retail AS menunjukkan bahwa belanja konsumen mengalami kenaikan hingga 0.6% sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar. Bulan sebelumnya, penjualan retail AS hanya mengalami kenaikan sebanyak 0.3%.

mata_uang_3

Cerahnya Penjualan Retail AS

Kenaikan tersebut diakibatkan oleh pertumbuhan lapangan kerja serta rendahnya harga minyak, sehingga belanja konsumen secara keseluruhan mengalami peningkatan. Sementara itu, penjualan retail inti AS juga mengalami kenaikan 0.3%, juga sesuai dengan ekspektasi. Walaupun persentase peningkatan yang terjadi dalam penjualan retail terbilang tak begitu tinggi, tetapi lemahnya belanja konsumen saat musim panas dapat dihindari.

Sentimen konsumen AS yang diterbitkan oleh University of Michigan melaporkan angka 84.6 untuk bulan ini, lebih tinggi daripada 82.5 pada bulan Agustus serta lebih tinggi daripada perkiraan di 83.3. Dolar AS pun ditutup di perolehan mingguan ke sembilan terhadap mata uang-mata uang pada akhir pekan lalu.

Sayangnya, bulls terhadap Euro tak begitu kencang akibat para investor yang juga memperhatikan data-data yang dirilis dari Zona Eropa. Positifnya laporan-laporan dari Eropa pada sesi perdagangan Eropa Jumat lalu, membantu EUR/USD mempertahankan range yang ketat bahkan sempat gain

Referendum Skotlandia Dan FOMC

GBP/USD juga mendapatkan perolehan terdongkrak oleh meningkatnya poling survei “No” atas pemisahan Skotlandia dari Inggris. Poundsterling pun unggul terhadap Dolar AS dan Yen pada Jumat kemarin.

Pekan ini pasar menanti hasil rapat FOMC The Fed dan hasil referendum Skotlandia. Bank Sentral AS tersebut makin dekat terhadap normalisasi kebijakan dan diekspektasikan akan segera melepaskan diri dari tingkat suku bunga yang sangat rendah. Perdagangan diperkirakan akan bervolatilitas tinggi pekan ini.