KPF BALI 10/06/16 – Dolar menghentikan penurunan dua hari nya seiring sebuah laporan menunjukkan klaim pengangguran di AS secara tak terduga jatuh minggu lalu.

Mata uang negeri paman sam ini menguat dari level terendah satu bulan setelah data tenaga kerja mengimbangi beberapa kekhawatiran bahwa pasar tenaga kerja AS sedang melambat. Laporan itu muncul setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menyebut gain kerja lebih kecil dari perkiraan May merupakan hal yang “mengecewakan”, dalam pernyataan sebelumnya jelang pertemuan kebijakan bank sentral pekan depan. Dengan Fed menentukan kapan harus mengetatkan kebijakan moneter, HSBC Holdings Plc mengatakan membeli greenback sebelum kenaikan suku bunga mungkin merupakan ” self-defeating strategy”.

Greenback berada dalam jalur untuk penurunan mingguan kedua berturut-turut setelah laporan pekerjaan yang kurang bertenaga melemahkan kasus untuk Fed meningkatkan biaya pinjaman dan meredupkan prospek divergensi kebijakan dengan peningkatan stimulus di Eropa dan Asia. Kerugian mengikuti reli pada bulan Mei, disaat para pembuat kebijakan termasuk Yellen mengatakan suku bunga yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang tampak pas untuk dilakukan.

Bloomberg Spot Index Dollar naik 0,4 persen pada pukul 12:11 siang waktu New York setelah jatuh ke level satu bulan rendah pada hari Kamis. Mata uang AS naik 0,7 persen terhadap euro ke level $ 1,1315 dan kehilangan 0,4 persen ke level ¥ 106,58.

Sumber: Bloomberg