KPF BALI 20/05/16 – Dolar naik terhadap yen untuk minggu ketiga, yang tercatat sebagai rentetan terpanjang sejak Agustus, seiring pejabat Federal Reserve menghembuskan spekulasi suku bunga AS yang lebih tinggi pada awal bulan depan.

Mata uang AS menuju bulan terbaiknya dalam setahun versus yen setelah Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan kesiapannya untuk menambah stimulus jika diperlukan, dan akan mengambil tindakan jika devisa menimbulkan risiko dalam mencapai target inflasi. Kepala-kepala keuangan dalam G-7 dan gubernur bank sentral bertemu di Sendai, Jepang utara sampai hari Sabtu. Premi Treasury yield yang ditawarkan dalam dua tahun yang setara obligasi pemerintah Jepang melonjak pekan ini ke level tertinggi sejak krisis keuangan.

Dolar sedikit berubah di level 109,95 ¥ pada pukul 11:22 pagi waktu Tokyo dibandingkan posisinya pada hari Kamis dan berada di jalur untuk kenaikan 1,2 persen minggu ini, dan kenaikan 3,2 persen untuk bulan atau yang terbesar sejak Mei 2015. Greenback diperdagangkan di level $ 1,1207 per euro dari level $ 1,1203 pada penutupan New York. (sdm)

Sumber: Bloomberg