KPF BALI  12/06/14 – Dolar Australia meluncur turun pasca data ketenagakerjaan Australia yang mengecewakan. AUD/USD diperdagangkan pada 0.9375 atau menurun sebanyak 0.07% setelah data tersebut dirilis. Perusahaan-perusahaan di negara tersebut secara mengejutkan memotong payroll pada bulan Mei ini. Diduga, hal itu dikarenakan oleh munculnya kemungkinan bahwa tingkat suku bunga rendah masih akan dipertahankan untuk jangka waktu yang lama.

aud
Jumlah orang yang bekerja berkurang sebanyak 4,800 jiwa. Padahal, ekspektasi memperkirakan akan ada penambahan sebanyak 10,000 tenaga kerja. Sedangkan, tingkap partisipasi pun menurun ke 64.6% dibandingkan dengan ekspektasi yang meramalkan penurunan ke 64.7%. Tingkat pengangguran menurun ke angka 5.8% dari perkiraan 5.9%.

Pemerintah Australia berencana untuk memotong anggaran dan meningkatkan biaya yang membebani sentimen konsumen. Pada tahun ini, RBA tengah menggalakkan periode tingkat stabilitas, setelah mengurangi suku bunga acuan ke level rendah 2.5%. Upaya tersebut dilakukan untuk menghindari gap pertumbuhan yang muncul akibat lesunya sektor pertambangan Australia.