PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 03/08/16 – Bursa Saham AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu dinihari tadi tertekan pelemahan minyak mentah AS yang berakhir di bawah $ 40 untuk pertama kalinya sejak April dan Indeks Dow Jones ditutup melemah untuk hari ketujuh berturut-turut.

Minyak mentah AS berakhir 1,37 persen lebih rendah, dekat pada $ 39,51 per barel, menghapus keuntungan sebelumnya di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan. Pada hari Senin, WTI turun lebih dari 3 persen untuk membukukan penyelesaian terburuk sejak 20 April.

Lihat : Harga Minyak Mentah Turun Dibawah $40 Tertekan Sentimen Kekenyangan Produksi

Dow Jones Industrial Average ditutup sekitar 90 poin lebih rendah setelah jatuh lebih dari 150, mencatatkan tujuh hari beruntun pertama sejak Agustus tahun lalu. Saham Boeing dan Goldman Sachs berkontribusi paling besar dalam kerugian Dow.

Indeks S & P 500 berakhir sekitar 0,6 persen lebih rendah, dengan sektor konsumen discretionary tertinggal.

Indeks Nasdaq melemah, jatuh sekitar 1 persen. Indeks juga menghapuskan kemenangan beruntun lima hari.

Treasury AS diperdagangkan mixed Selasa sore, dengan dua tahun yield catatan dekat 0.67 persen dan yield benchmark 10-tahun memegang dekat 1,54 persen.

Dalam data ekonomi, pendapatan pribadi naik 0,2 persen pada Juni, tepat di bawah ekspektasi, sementara belanja konsumen pribadi untuk bulan yang sama naik 0,4 persen, mengalahkan perkiraan.

Investor akan mencerna statistik kerja terbaru pada Jumat, ketika Biro Statistik Tenaga Kerja merilis laporan nonfarm payrolls Juli.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 90,74 poin lebih rendah, atau 0,49 persen, di 18,313.77, dengan penurunan tertinggi saham Pfizer dan saham ExxonMobil yang naik tertinggi.

indeks S & P 500 berakhir 0,64 persen lebih rendah, atau 13,81 poin pada 2,157.03, dengan konsumen diskresioner memipin sembilan sektor yang lebih rendah dan hanya sektor energi yang naik.

Indeks Nasdaq ditutup 46,46 poin lebih rendah, atau 0,9 persen, di 5,137.73.

Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan oleh EIA AS yang diindikasikan terjadi penarikan persediaan. Jika terealisir akan mengangkat harga minyak mentah.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Wall Street akan bergerak naik jika harga minyak mentah terealisir naik. Namun akan dicermati juga data ekonomi dan laporan laba emiten yang dapat mepengaruhi pergerakan bursa Wall Street.