KPF BALI 19/11/14 -Pada perdagangan hari ini bursa saham Tiongkok tampak mengalami pergerakan yang masih melemah meskipun tipis saja (19/11). Pasar saham melemah melanjutkan penurunan yang terjadi pada perdagangan sejak hari Senin kemarin.

Penurunan di bursa saham Tiongkok terjadi untuk kali keduanya setelah hari Senin kemarin untuk pertama kalinya bursa saham Hong Kong dan Shanghai terkoneksi. Koneksi kedua bursa saham tersebut memungkinkan para investor di kedua kawasan tersebut saling melakukan transaksi di bursa saham tanpa adanya pembatas. Langkah tersebut dianggap akan mendorong terjadinya arus modal asing ke kedua bursa saham.

Sentimen para investor di Asia sendiri masih tampak variatif. Setelah bursa saham Wall Street berakhir menguat, bursa saham Korea Selatan dan Jepang tampak mengalami kenaikan. Akan tetapi saat ini bursa saham Korea Selatan sudah bergerak ke teritori negative seiring dengan lesunya bursa Tiongkok dan Hong Kong.

Indeks benchmark di bursa Tiongkok tampak mengalami pergerakan yang melemah terbatas pada perdagangan pagi ini. Indeks komposit Shanghai tersebut turun tipis saja sebesar 2.52 poin atau 0.10 persen ke posisi  2453.19 poin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark yaitu indeks komposit Shanghai di bursa saham Tiongkok pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami sesi yang melemah terbatas. Hingga hari ketiga pelaksanaan integrasi bursa Shanghai dan Hong Kong para investor tampaknya masih memilih untuk menahan diri.

Indeks komposit Shanghai di bursa Tiongkok pada perdagangan hari ini berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 2430 – 2480 poin.