PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/08/16 -Bursa-bursa saham di Asia anjlok pagi hari ini didorong oleh merosotnya saham-saham komoditas terutama harga minyak mentah, sebelum pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada hari Jumat besok yang dapat memberikan petunjuk lebih lanjut untuk jalur suku bunga AS.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 persen menjadi 138,72 pada 09:09 di Tokyo. Indeks Topix turun 0,2 persen karena yen diperdagangkan pada 100,56 per dolar.

Saham Asia telah mundur dari level tertinggi dalam satu tahun karena para pedagang berspekulasi apakah Yellen akan mendukung komentar terbaru dari pejabat bank sentral yang menunjukkan kenaikan tarif bisa datang pada awal bulan depan. Kemungkinan bahwa Fed akan menaikkan biaya pinjaman pada bulan Desember telah naik menjadi 54 persen dari 45 persen bulan lalu.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1 persen. S & P / ASX 200 Index Australia melemah 0,5 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru naik 0,1 persen. Pasar di Tiongkok dan Hong Kong saat berita ini diturunkan belum memulai trading.

Bursa saham Jepang di Tokyo juga dibuka melemah, volume perdagangan elah menyusut minggu ini karena investor bersiap untuk komentar Yellen di Jackson Hole, Wyoming, pada hari Jumat, sebagai pencarian arah pasar dikarenakan adanya indikasi bahwa negara ekonomi terbesar dunia ini akan menaikkan suku bunga.

Saham-saham penambang dan produsen bahan baku termasuk Inpex Corp turun pada 09:04 di Tokyo, saat minyak diperdagangkan di harga yang mendekati harga terendah satu minggu sementara harga tembaga, timbal dan logam lainnya menurun di London. Recruit Holdings Co anjlok setelah sekelompok pemilik perusahaan sumber daya manusia ini mengatakan akan menjual sekitar $ 2,5 miliar sahamnya.

Kontrak pada Indeks S & P 500 sedikit berubah. Indeks ekuitas utama di AS ini merosot ke titik terendah dalam tiga minggu terakhir, terseret lebih rendah oleh aksi jual di saham-saham perusahaan kesehatan dan bioteknologi. Minyak mentah West Texas Intermediate jatuh 2,8 persen pada Rabu setelah sebuah laporan pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS secara tak terduga naik minggu lalu.