KPF BALI 19/01/15 – Bursa saham Hong Kong tampak bergerak dengan membukukan penurunan signifikan di hari Senin (19/1). Perdagangan pertama pekan ini sebenarnya bursa saham Asia diwarnai oleh sentiment positif setelah Wall Street ditutup menguat akhir pekan lalu didukung oleh rebound harga minyak mentah.

Akan tetapi anjlok luar biasanya bursa saham Shanghai membuat bursa Hong Kong yang terkoneksi dengannya ikut mengalami spillover yang tak dapat dihindari. Hari ini bursa saham Hong Kong terkena virus sentimen negatif seiring dengan pesimisme para investor Shanghai mengenai kesehatan ekonomi Tiongkok.

Sebagian saham unggulan di bursa Hong Kong pagi ini mengalami pergerakan yang bervariasi. HSBC mengalami penurunan sebesar 0.15 hkd menjadi 70.05 hkd. The Wharf Holdings melemah 0.35 hkd menjadi 59.75 hkd. CLP Holdings naik sebesar 0.15 hkd menjadi 68.30 hkd.

Hari ini indeks hang seng tampak mengalami pergerakan melemah. Pada awal perdagangan indeks spot hang seng membukukan penurunan sebesar 77.67 poin atau 0.32 dan berada pada posisi 24025.85 poin.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham Hong Kong pada perdagangan hari ini akan mengalami pelemahan meskipun mungkin tidak akan mencapai penurunan yang sebesar bursa Tiongkok. Fundamental negative dari Tiongkok akan membuat bursa saham Hong Kong terpukul.

Untuk perdagangan hari ini indeks hang seng berpotensi untuk mengetes level support pada posisi 23900 dan support kedua di level 23800. Sedangkan level resistance yang akan ditemui adalah 24150 poin dan resistance kedua di level 24250 poin.