PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 14/12/2017 – Pasar Asia dibuka menguat pada Kamis (14/12). Sentimen pasar didukung oleh keputusan Federal Reserves (Fed) menaikkan suku bunga acuan, semalam.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,06% di awal sesi. Mayoritas saham energi menguat, namun saham produsen mobil dan teknologi bule chip kebanyakan melemah.

Di Korea, indeks Kospi menguat 0,56%. Saham-saham terkait THAAD berkontribusi paling besar, meliputi saham peritel dan konsumen. Sebelumnya, sektor ini cenderung tertekan ketika ketegangan melanda antara China dan Korea Selatan karena penyebaran sistem pertahanan rudal THAAD di Seoul.

Namun, respons positif muncul setelah Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melanjutkan kunjungan empat hari ke China. Eksekutif bisnis dari perusahaan besar Korea, termasuk Hyundai dan LG, juga ikut serta dalam pertemuan bilateral tersebut.

Sementara, S&P/ASX 200 naik tipis 0,17% pada awal perdagangan. Saham energi dan sumber daya memimpin penguatan di pasar saham Australia. Rio Tinto naik 0,41% dan BHP reli 0,61%.

Pasar Asia bergerak lebih tinggi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Keputusan ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar. Komite Pasar Terbuka Federal juga menaikkan perkiraan PDB tahun depan dari 2,1% menjadi 2,5%. Perkiraan inflasi dinaikkan dari 1,6% menjadi 1,7%.

Di sisi lain, Senat dan DPR dari Partai Republik sudah meneken kesepakatan sementara mengenai rencana pajak. Kesepakatan tersebut akan mengurangi tingkat pajak perusahaan menjadi 21%.

Dua kabar tersebut mengangkat pasar saham Amerika Serikat, semalam. Bahkan, Dow Jones kembali mengukir rekor penutupan tertinggi.

Dari pasar valuta, dollar AS tergelincir terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar diperdagangkan turun di 93,41 pada pukul 08.21 waktu Hong Kong, dari sesi sebelumnya mencapai 93,9. Pemicunya, Doug Jones dari Demokrat diproyeksikan akan memenangkan pemilihan Senat khusus di negara bagian yang sangat konservatif di Alabama. Ini akan memperkecil porsi suara Senat Republik.

Dari regional, investor akan menanti rilis data produksi industri dan penjualan eceran China. Selain itu, ada data produksi industri Jepang dan keputusan suku bunga bank sentral Filipina.

PT KONTAK PERKASA