PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 21/08/2017 – Bursa Asia dibuka melemah, Senin (21/8). Investor mencermati perkembangan politik di Washington dan dimulainya latihan militer gabungan AS-Korea Selatan.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,12%. Kenaikan harga saham produsen minyak diimbangi dengan penurunan sejumlah saham produsen mobil dan teknologi.

Sementara, indeks Kospi dibuka turun 0,07%. Indeks S&P/ASX 200 juga melemah 0,60%, terutama dipicu koreksi saham sektor perawatan kesehatan dan utilitas.

Situasi politik di AS kembali menjadi perhatian, setelah Kepala Strategi White House Steven Bannon mengundurkan diri, Jumat lalu. Dikabarkan, pengunduran diri Bannon telah diajukan pada awal Agustus, tapi pengumuman tersebut ditunda karena terjadi aksi kekerasan pada demonstrasi nasionalis kulit putih di Charlottesville, Virginia.

Namun, pengunduran diri Bannon direspons cukup positif. Investor kembali percaya dengan kebijakan ekonomi Trump yang lebih pro pasar. Indeks di Wall Street ditutup sedikit di atas level terendah pekan lalu. Dow Jones turun 0,35% atau 76,22 poin ke level 21.674,51.

“Dari perspektif pasar, kepergian Bannon tidak mengubah pandangan kuat Trump mengenai keamanan imigrasi, keamanan perbatasan dan perdagangan,” kata Ahli strategi mata uang Australia Nasional Rodrigo Catril dalam sebuah catatan, seperti dilansir CNBC, Senin.

Sedangkan, di Asia, pasar juga mencermati latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang dimulai pada 21 Agustus hingga 31 Agustus. Latihan militer dilakukan di tengah ketegangan geopolitik antara Korut-AS pada awal bulan ini.

Dari sisi komoditas, harga minyak bergulir tipis ke level US$ 48,54 di pasar Asia, setelah menguat 3% pada akhir pekan lalu.

Sejumlah data makroekonomi yang mungkin menggerakkan pasar Asia, hari ini, yaitu Thailand akan merilis data PDB kuartal kedua. Kemudian, Taiwan akan melaporkan data pesanan ekspor kuartal kedua. Di Indonesia, hari ini, Dewan gubernur Bank Indonesia akan memulai pertemuan bulanan yang berlangsung selama dua hari.