PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 24/07/2017 – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan pencatatan paling rendah di angka 5.824,52 pada pekan lalu. Nilai penjualan bersih alias nett sell oleh pemodal asing dalam sepekan mencapai Rp 4,04 triliun dan menunjukkan maraknya aksi jual yang berpotensi menghapus peningkatan volume beli yang sudah terjadi sebelumnya.

Rilis kinerja emiten yang cenderung positif nampaknya tidak memberikan optimisme untuk waktu yang cukup lama. Analis Binaartha Reza Priyambadha mengatakan, penilaian dari Bank Indonesia terkait pertumbuhan kredit menjadi sentimen negatif yang cukup menonjol.

“Pertumbuhan kredit di hampir enam bulan pertama tahun ini yang masih sangat rendah dan bahkan belum mencapai separuh dari target tahun ini yang sebesar 10%-12% menjadi salah satu sentimen negatif,” kata Reza.

Lanjut Reza, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan kredit tahun berjalan (year to date) hingga Mei 2017 baru mencapai 2,6%.

Tak hanya itu, stagnansi suku bunga BI seiring belum adanya perubahan pada stance kebijakan memberikan asumsi minimnya perkembangan ekonomi sehingga sekali lagi menjadi memberikan respon negatif pada pasar modal. Ditambah lagi, imbas pelemahan sejumlah indeks saham Asia dapat mempengaruhi kinerja global.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia juga melihat adanya kecenderungan pelemahan IHSG lantaran tekanan pada indikator stochastic yang sebelumnya membentuk pola dead cross pada area jenuh beli.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak kembali terkonsolidasi dengan mencoba rebound tepat pada support MA50,” kata Lanjar.

Di sisi lain, Riska Afriani analis OSO Sekuriti melihat, IHSG dapat menguat dengan potensi technical rebound. Tak hanya itu, rilisnya data Foreign Direct Investment (FDI) pada Senin (24/7) layak mendapatkan perhatian pemain pasar modal. Laporan tersebut mengenai besaran investasi yang telah dikucurkan korporasi atau individu asing kepada suatu negara.

Berdasarkan catatan Bloomberg, pada kuartal I-2017, Indonesia menerima US$ 2,76 miliar.

Reza memprediksi IHSG melemah ke level support di area 5740 dan resistance5715. Lanjar meramalkan pelemahan dengan support 5.748 dan resistance 5.796. Sedangkan, Riska menduga IHSG akan mengalami penguatan di kisaran 5.748 dan resistance 5.821.