PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 07/09/16 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat hari ini. Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan IHSG akan berada pada support 5.320 dan resistance 5.450.

IHSG menguat 15,14 poin ke level 5.372 pada perdagangan saham kemarin. Lanjar mengatakan, penguatan ditopang oleh aksi beli investor asing.

“Aksi beli investor asing yang masih terlihat optimistis menjadi salah satu faktor pendorong penguatan indeks di akhir sesi perdagangan. Investor asing tercatat net buy Rp 155,21 miliar,” kata dia di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Penguatan IHSG sejalan dengan Bursa Asia. Bursa Asia menguat sejalan dengan penguatan mata uang. “Emerging market mayoritas menguat setelah data payroll AS yang meredam spekulasi prospek naiknya suku bunga AS bulan ini,” ujar dia.

Lanjar juga bilang, penguatan Bursa Asia ditopang oleh penguatan harga minyak dunia. “Harga minyak dunia kembali naik setelah Arab Saudi dan Rusia berniat menstabilkan harga minyak global dengan mengurangi produksinya,” terang dia.

Sedangkan PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak variatif. IHSG akan bergerak di support 5.350 dan resistance 5.415.

Sinarmas Sekuritas merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bukit Asam Tbk (PTTBA), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Untuk diketahui, pada penutupan perdagangan saham, Selasa (6/9/2016), IHSG naik 15,14 poin atau 0,28 persen ke level 5.372,09. Indeks saham LQ45 naik 0,66 persen ke level 926,20. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham DBX turun 0,14 persen dan indeks saham Pefindo susut 1,42 persen.

Ada sebanyak 128 saham menghijau sehingga mendorong IHSG berbalik arah ke zona hijau. Namun 184 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG dan 86 saham lainnya diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.373,20 dan terendah 5.342,55. Transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 242.605 kali dengan volume perdagangan 6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 7,7 triliun.