PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/07/16 – Pada minggu ini, investor akan memantau pernyataan kebijakan Federal Reserve yang sangat diantisipasi pada hari Rabu, untuk mengetahui laju kenaikan suku bunga AS yang baru untuk beberapa bulan ke depan.

Di tempat lain, pelaku pasar akan menunggu pengumuman kebijakan moneter dari Bank of Japan pada hari Jumat, di tengah meningkatnya harapan stimulus lebih lanjut.

Pedagang juga akan menanti data produk domestik bruto AS, Inggris dan Eropa kuartal kedua, mengamati indikasi baru tentang kesehatan ekonomi global pasca Inggris keluar dari Uni Eropa.

Menjelang minggu ini, Investing.com telah menyusun daftar lima peristiwa terbesar di kalender ekonomi yang paling mungkin untuk mempengaruhi pasar.

1. Keputusan suku bunga Fed

Federal Reserve tidak diharapkan untuk mengambil tindakan terhadap suku bunganya pada akhir pertemuan kebijakan dua hari pukul 01.00 WIB Rabu dini hari. Pembuat kebijakan masih menunggu permasalahan selesai dari keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Dalam rangkaian data yang lebih baik baru-baru ini, diharapkan dapat menghidupkan kembali spekulasi bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Suku bunga berjangka saat ini menghargai kesempatan 16% dari kenaikan suku bunga pada bulan September. Peluang Desember berada di 45%, dibandingkan dengan kurang dari 20% seminggu yang lalu dan naik dari 9% pada awal bulan ini.

2. Pengumuman kebijakan BoJ

Pengumuman kebijakan moneter Bank of Japan yang terbaru dijadwalkan selama sesi awal perdagangan Asia pada hari Jumat. Gubernur Bank Sentral Haruhiko Kuroda akan mengadakan konferensi pers sesudahnya.

Spekulasi telah menguat dalam beberapa pekan terakhir bahwa BoJ akan memangkas suku bunga utamanya lebih rendah ke wilayah negatif dan memperluas program stimulus moneter dalam upaya untuk membantu perekonomian domestik menghapus deflasi dan menghadang efek negatif dari Brexit.

Dalam sebuah jajak pendapat Reuters baru-baru ini menunjukkan 85% dari analis memperkirakan BoJ akan melonggarkan kebijakan pada 29 Juli, di samping mendorong belanja fiskal. Abe akan mengumumkannya pada bulan ini.

BoJ telah menerapkan suku bunga negatif dan mencetak ¥80 triliun ($750 miliar) setahun untuk merangsang inflasi setelah deflasi dalam beberapa dekade dan pertumbuhan yang stagnan, namun ekspektasi inflasi tampaknya melemah.

3. Data lanjutan pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua

AS akan merilis angka awal pertumbuhan ekonomi kuartal kedua pukul 19.30 WIB, Jumat. Data ini diharapkan menunjukkan bahwa ekonomi tumbuh pada tingkat sehat tahunan 2,6% pada kuartal April ke Juni, meningkat dari pertumbuhan 1,1% pada kuartal pertama.

Data ekonomi AS baru-baru ini, termasuk pembangunan perumahan baru bulan Juni, penjualan ritel, manufaktur ISM dan pekerjaan; semuanya lebih baik dari yang diharapkan, menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi kembali pada jalurnya di kuartal kedua.

4. Angka awal PDB kuartal kedua

Kantor Statistik Nasional Inggris akan menghasilkan data awal pertumbuhan ekonomi Inggris untuk kuartal kedua pukul 15.30 WIB, Rabu, walaupun jumlahnya akan dilihat berkurang akibat dari keputusan Brexit.

Laporan itu diperkirakan untuk mengungkap ekonomi Inggris yang tumbuh 0,5% dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni setelah berkembang 0,4% pada kuartal sebelumnya, menyatakan bahwa ekonomi Inggris saat referendum Uni Eropa lalu berada pada pijakan yang kokoh.

Pertumbuhan diperkirakan melambat tajam pada semester kedua tahun ini setelah bisnis Inggris Raya menghadapi ketidakpastian arah negara di masa depan pasca Brexit.

5. PDB flash zona Euro kuartal kedua

Zona euro akan menerbitkan estimasi pertama pertumbuhan ekonomi kuartal kedua pukul 16.00 WIB, Jumat. Laporan perkiraan konsensus ini dapat menunjukkan bahwa ekonomi akan tumbuh 0,3% pada periode April-Juni, setelah berkembang 0,6% dalam tiga bulan sebelumnya.