PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 05/09/16 – Dalam seminggu ke depan, pelaku pasar akan fokus pada hasil pertemuan Bank Sentral Eropa di hari Kamis untuk melihat apakah pembuat kebijakan akan meningkatkan stimulus moneter dalam mendorong inflasi dan menopang perekonomian setelah referendum Brexit di musim panas lalu.

Di tempat lain, China akan merilis data perdagangan dan inflasi di tengah kekhawatiran atas kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Di AS, laporan pertumbuhan sektor jasa akan menjadi puncak perdagangan. Pasar AS akan ditutup pada hari Senin karena hari buruh.

Sementara itu, di Inggris, pedagang akan menunggu data aktivitas sektor jasa untuk indikasi lebih lanjut tentang efek lanjutan bahwa keputusan Brexit memiliki pengaruh terhadap perekonomian.

Di luar G7, pelaku pasar akan menunggu pengumuman kebijakan moneter dari Reserve Bank of Australia pada hari Selasa.

Menjelang minggu ini dimulai, Investing.com telah menyusun lima daftar peristiwa terbesar di kalender ekonomi yang paling mungkin mempengaruhi pasar.

1. Pertemuan Kebijakan Bank Sentral Eropa

Keputusan tingkat suku bunga Bank Sentral Eropa akan diumumkan sekitar pukul 18.45 WIB pada hari Kamis, dan fokus mungkin tertuju pada konferensi pers Presiden Mario Draghi 45 menit setelah pengumuman.

Konsensus menunjukkan bahwa ECB akan tetap dalam suku bunga stabil sementara waktu, sementara Draghi diperkirakan akan menyerang dengan nada pesimis dan mungkin mengisyaratkan stimulus lebih lanjut untuk mengurangi keterpurukan ekonomi akibat keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Sebuah jajak pendapat ekonom Reuters baru-baru ini menunjukkan bahwa pertumbuhan melambat dan inflasi hampir tidak ada, akan memaksa ECB untuk memperpanjang dan memperluas cakupan program pembelian aset dalam beberapa bulan mendatang.

2. Laporan Perdagangan China bulan Agustus

China akan melepas angka perdagangan bulan Agustus sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis. Laporan ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa surplus perdagangan China melebar ke $58,3 miliar di bulan lalu dari $52,3 miliar pada bulan Juli.

Ekspor diperkirakan telah turun 3,5% pada bulan Agustus dari tahun sebelumnya, menyusul penurunan 4,4% di bulan lalu, sementara impor diharapkan merosot 1,2 %, setelah terjun 12,5% pada bulan Juli.

Selain itu, pada hari Jumat, China juga akan mempublikasikan data konsumen dan inflasi harga produsen bulan Agustus. Laporan tersebut diharapkan untuk menunjukkan bahwa harga konsumen naik 1,7% bulan lalu, sedangkan harga produsen diperkirakan turun sebesar 1,0%.

3. PMI Jasa ISM AS

Institute of Supply Management AS akan merilis data aktivitas sektor jasa bulan Agustus pukul 21.00 WIB, Selasa. Indeks itu diperkirakan turun 0,5 poin ke 55,0. Angka apa pun di atas 50,0 merupakan sinyal ekspansi.

Data tersebut mengambil tambahan penting setelah survei manufaktur ISM diterbitkan pekan lalu menunjukkan aktivitas kontraksi yang mengejutkan.

Selain jasa PMI, Fed Beige Book juga dirilis hari Rabu dan data pekerjaan JOLTS juga dalam fokus.

4. PMI Jasa Inggris Raya bulan Agustus

Inggris Raya akan merilis pembacaan aktivitas sektor jasa bulan Agustus pukul 15.30 WIB pada hari Senin. PMI jasa Inggris diperkirakan meningkatkan 50,0 dari 47,4 sebulan sebelumnya.

Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa PMI manufaktur dan konstruksi keduanya mengalahkan ekspektasi, menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tetap tangguh menyusul keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.

Inggris Raya juga akan menghasilkan laporan produksi manufaktur bulan Juli pukul 15.30 WIB, Rabu.

5. Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia

Keputusan suku bunga RBA terbaru dirilis pada hari Selasa pukul 11.30 WIB. Sebagian besar ekonom memperkirakan tidak akan ada perubahan dalam kebijakan, setelah bank sentral Australia mengejutkan pasar dengan memangkas 25 basis poin pada pertemuan sebelumnya ke level terendah bersejarah 1,50% dalam upaya untuk meningkatkan inflasi yang melamban dan memacu kegiatan ekonomi.