PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 25/08/16 – 1. Minyak terhempas keras akibat spekulasi pesimis data persediaan

Minyak diperdagangkan melemah tajam pada hari Rabu setelah kejutan besar terjadi dalam stok minyak mentah yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API).

Setelah pasar ditutup Selasa, API mengatakan bahwa persediaan minyak AS meningkat dengan mengejutkan 4.46 juta barel dalam pekan yang berakhir 19 Agustus dibandingkan dengan ekspektasi pengurangan sekitar 500.000.

Badan Administrasi Informasi Energi AS akan merilis laporan mingguan persediaan minyak pukul 21.30 WIB, Rabu di tengah harapan pelemahan 455.000 barel.

Minyak mentah berjangka AS merosot 1,62% menjadi $47,32 pukul 16.59 WIB, sedangkan minyak Brent diperdagangkan tertekan 1,02% menjadi $49,45.

2. Data perumahan selanjutnya, tapi pasar menantikan Yellen

Malam ini, pedagang akan mengukur kesehatan pasar perumahan AS dengan indeks harga rumah bulan Juni dirilis pukul 20.00 WIB, menyusul penjualan rumah lama bulan Juli pukul 21.00 WIB.

Namun, pelaku pasar sibuk mengambil posisi menjelang pidato Janet Yellen Ketua Federal Reserve (Fed) di Simposium Ekonomi Jackson Hole Jumat.

Investor akan memperhatikan petunjuk apapun pada waktu kenaikan suku bunga di masa depan dengan peluang sebesar 18% untuk pertemuan September dan 48,8% pada bulan Desember. Probabilitas saat ini tidak melewati ambang batas 50% sampai pertemuan Februari 2017, menurut Perangkat Monitor Suku Bunga Fed.

3. Dolar merangkak maju dalam ekspektasi Jackson Hole

Dolar merangkak maju terhadap pesaing utama pada hari Rabu sambil menunggu pidato Jackson Hole.

Komentar pejabat resmi Fed yang optimis, baru-baru ini oleh wakil ketua Stanley Fischer, mengangkat spekulasi bahwa Yellen bisa mengungkapkan pandangan yang lebih optimis, meredam sikap umum yang pesimis dan meninggalkan pintu terbuka untuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September .

Indeks dolar AS terakhir naik 0,11%, di 94,60, pukul 17.00 WIB.

4. Posisi jual VIX di level tertinggi sepanjang masa

Meskipun baru-baru ini menandai rekor tertinggi, saham AS terus diperdagangkan dalam kisaran ketat di tengah volume dan volatilitas yang rendah.

Pada hari Selasa, S&P 500 tidak membuat pergerakan kedua arah 1% sejak 8 Juli, dan, sejak saat itu, hanya membuat pergerakan melebihi setengah persen pada lima kesempatan, membuat pergerakan periode saat ini stabil setidaknya dalam lebih dari dua dekade.

Bank of America Merrill Lynch mengarah turun dalam ekspektasi volatilitas yang terukur dengan VIX, ukuran ekspektasi pasar untuk volatilitas pasar saham selama periode 30-hari berikutnya.

Analis tersebut menjelaskan bahwa penurunan dalam VIX, yang telah di bawah 15 sejak 5 Juli lalu, adalah karena fakta bahwa posisi jual spekulatif telah mencapai semua level tertinggi sepanjang masa.

5. Saham global bervariasi di perdagangan yang hati-hati tanpa data

Saham Asia sebagian besar lebih rendah pada Rabu akibat investor mengambil keuntungan menjelang pidato Yellen, meskipun Jepang berhasil menghapus kerugian terpicu pelemahan yen.

Setelah dibuka lemah, saham Eropa sebagian besar berbalik lebih tinggi dalam perdagangan sore ini dengan acuan Euro Stoxx 50 naik 0,5%, meskipun derita kerugian di saham pertambangan terus membuat FTSE 100 London di zona merah.

Sementara itu, pasar berjangka AS melanjutkan pola bertahannya, di perdagangan yang datar Rabu. Pada pukul 17.01 WIB, blue-chip Dow berjangka menguat 5 poin, atau 0,03%, S&P 500 berjangka naik 2 poin, atau 0,07%, sementara Nasdaq 100 berjangka diperdagangkan naik 4 poin, atau 0,09%.